SeBUAI, 21 februari ‘10

February 24, 2010 at 3:00 am | Posted in Artikel | 1 Comment

Minggu, 21 februari 2010

Jl. A Yani, Bekasi  terlihat lengang.Jalan protokol yang biasanya ramai kendaraan bermotor bener-bener steril. Dari mulai Pemda sampai BCP. Dan disaat suasana masih gelap gulita selepas subuh,di sebuah tempat di bekasi timur justru udah mulai menggeliat menunjukan aktifitas yang cukup tinggi. Tepat jam 5.15 , 5 orang pengurus SeBUAI mulai meluncur ke TKP. Tepat di depan toko buah Tropis,kami memarkir mobil dan bersiap melaksanakan tugas. Kami membuka stand SeBUAi disana. Dari mulai suasana sepi & lengang sampai ramai karena pawai  udah di mulai.Hari itu pengurus SeBUAI kompak pake baju biru & hitam. Hampir full team yang turun walaupun minus Putri, Luthfie, Pras, dan Fitra. Kita menunggu temen-temen yang datang buat nyumbangin bukunya, karena sebelumnya kita udah promo lewat On Air di radio Dakta & udah info di facebook. Kita juga membagikan pamflet ke orang-orang yang lewat supaya mereka tau SeBUAi itu apa. Banyak yang respon ternyata (ini yang bikin terharu…).

Kar’na berangkat pagi buta, Anggri sama arief sampe sarapan di mobil

Stand SeBUAI

Pa Aris (BeBlog) yang dateng bersama keluarga untuk menikmati pawai pun menyempatkan diri untuk berkunjung ke stand SeBUAI & menyumbangkan buku (terima kasih ya Pa….). Ada Ibu Eni dari Bumi Lestari yang dateng dengan ransel besar untuk bawa buku-buku (terima kasih Bu…..). Ada Chayo dari Tarumajaya yang keukeuh pengen dateng supaya bisa ketemu sama pengurus SeBUAI, tapi karena akses kendaraan umum masih di tutup, akhirnya pengurus SeBUAi yaitu Fai & Anggri menjemput buku yang di bawa Chayo ke Harapan Indah (lain kali pasti kita bisa ketemu ya Chay….). Di menit-menit terakhir ada keluarga Ibu Yani dari harapan indah yang rela parkir mobil di Pemda & jalan ke stand kami (padahal jaraknya cukup jauh : pemda – kayuringin) dan membawa 3 kardus besar yang berisi buku (makasih banyak Bu…). Lukman yang sebelumnya udah pernah nyumbang waktu 1st Action SeBUAI tanggal 13 Feb ‘ 10 juga ikutan. Wah pokonya buku SeBUAI jadi banyaaaaaak banget. Makasih ya semuanya.

Pa Aris lagi di wawancara

Ibu Yani dari harapan indah

Jam 10.00 kami membereskan perlengkapan & bergegas menuju UNISMA. Ceritanya numpang parkir motor & mobil disana sambil sortir buku-buku yang akan kita kasih ke anak-anak jalanan di lampu merah UNISMA yang menamakan diri KPJ (kelompok pengamen jalanan) & di koordinir oleh Bang Min. Kami memang udah janji sama mereka untuk memberikan buku. Makanya waktu kami datang kesana, mereka begitu gembira (ini bagian yang ngga bisa di lukiskan dengan kata-kata).

Karena belum ada rak,jadi sementara buku-buku itu disimpan dalam kardus. Mereka langsung menyerbu buku-buku & ngga berapa lama asik sama kegiatan membaca. Bahkan ada anak yang langsung meminta pulpen & mencoba mengisi lembar LKS. Hmmm….mereka kelihatan begitu berseri sewaktu membaca buku. Ada kebahagiaan terpancar dari mata mereka. Ada senyum tulus di bibir mungil mereka. Sambil membaca,kami pun ngobrol. Obrolan ringan yang seru & menyentuh hati. Mereka bercerita dengan polosnya bahwa mereka ngga bisa sekolah lagi karena ngga ada biaya,bahwa mereka juga ingin seperti anak-anak lain yang bisa sekolah,dan ada sebuah kalimat yang ngga bisa saya lupakan sewaktu mereka bilang “kami juga ingin di ngertiin ka….” Dan ada bulir air mata di sudut matanya yang sayu. Akh……sebuah pengakuan sederhana tapi menyayat hati. Bahkan mereka juga meminta kami sering-sering datang untuk mengajari mereka membaca,belajar bahasa inggris,belajar baca huruf arab,juga belajar berhitung. Bener-bener ngga bisa dilupain pengalaman ini & kami berjanji akan berbuat semampu kami.

Puas ngobrol,kami disuguhi penampilan ciamik anak-anak ini dengan lagu yang berjudul Debu Jalanan. Karena matahari makin terik & kami masih punya agenda untuk ikut rapat  sama Blogger Bekasi,kami pun pamit. Dengan janji di hati untuk berbuat lebih dari hari ini untuk mereka.

Terima kasih untuk semua pengurus SeBUAI yang rela bergerilya dari pagi buta sampai senja menjelang. Apa yang kita lakukan baru permulaan. Jalan di depan masih panjang. Dan kami akan berbuat semampu kami agar anak-anak yang bergelut di jalanan, anak-anak yang tidak mampu juga bisa melihat dunia.

On Air SeBUAI di Radio Dakta

February 19, 2010 at 2:57 pm | Posted in Event | 4 Comments

Jumat, 19 Februari 2010

SeBUAi dapat undangan untuk on air di Radi Dakta Bekasi. Ceritanya sekalian promosi ceritanya…..hehehe

Alhamdulilah respon pendengar Dakta (red- rekan Dakta) sangat luar biasa. Dari banyak SMS,telfon langsung,sampai yang langsung menghubungi nomor kontak SeBUAI. Yang langsung join grup & page SeBUAI di facebook juga banyak. Terima kasih juga buat support-nya.

Sampai-sampai terharu sekali dengan respon yang begitu luar biasanya. Jadi motivasi & cambukan untuk kami berbuat lebih banyak & lebih baik.

“Lakukan apa yang kamu bisa,dengan apa yang kamu punya……”

21 Februari 2010

February 19, 2010 at 5:10 am | Posted in Event | Leave a comment

Minggu, 21 Februari 2010 SeBUAI akan ikut bagian di acara car freeday-nya Bekasi. Kami akan buka stand di Jl. A Yani (depan Bank Mandiri Kayuringin). Buat temen-temen yang mau datang,kami persilahkan. Jangan lupa bawa buku yang mau di sumbangin ya…..

Buku yang disumbangin bisa buku-buku pelajaran SD-SMA,buku cerita/bacaan,dan majalah.

Kami  tunggu ya……

Hello world!

February 17, 2010 at 2:48 pm | Posted in Artikel | Leave a comment

SEJUTA BUKU UNTUK ANAK INDONESIA adalah gerakan sumbang buku untuk anak-anak jalanan & anak-anak tidak mampu,serta mengusahakan berdirinya perpustakaan/taman bacaan untuk mereka.

SEJUTA BUKU UNTUK ANAK INDONESIA berawal dari sebuah grup di jejaring social FACEBOOK dan mulai direalisasikan secara nyata oleh beberapa orang yang peduli terhadap nasib anak-anak jalanan & anak-anak yang tidak mampu.

Kami mulai menggagas penggalangan buku yang akan di sumbangkan secara langsung. Untuk kedepannya, kami akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah & universitas di Bekasi dan sekitarnya agar apa yang kami cita-citakan dapat terlaksana dengan hasil yang maksimal.

Mereka bergelut dengan kehidupan jalanan yang keras. Tapi mereka juga berhak melihat dunia,kan?


Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.